Kamis, 03 November 2016

Robot yang Bisa Bermain Bola(Tugas Softskill 2)

(Syarifa isninawati 1A114607 , Ariefah Nur Aisyah 11114575 , Annisa Imania Putri 11114374 )

Disini kita akan membuat artikel tentang video robot yang bias bermain bola




Diatas itu adalah nimbRo-OP adalah sebuah robot open source yang dibuat dengan software berbasis Linux. Robot ini mampu mengamati bola, berjalan, berlari, menendang bola maupun berdiri tegak. Teknologi yang dibenamkan di dalamnya antara lain PC Dual Core sebagai power utamanya dengan prosesor 1.65GHz, 2GB RAM, dan 64GB SSD.
Robot nimbRo-OP memiliki bobot seberat 6.6kg dan tinggi 95cm. Ukuran tersebut membuatnya terlihat seperti anak kecil ketimbang orang dewasa pada umumnya. Konsep bobot rendah inilah yang membuat robot nimbRo-OP mampu bergerak dengan lincah.
Selain itu, nimbRo-OP juga dilengkapi Wi-Fi, USB 3.0, kapabilitas HDMI, gigabyte ethernet, dan sebuah slot memory card. Untuk sumber energinya, nimbRo-OP menggunakan baterai lithium polymer, sedangkan bagian mata robot ini menggunakan kamera wide-angle dengan 3-axis gyro dan 3-axis accelerometer. Robot ini terbuat dari material carbon composite, aluminium, dan ABSplus.

Performance Measure robot itu membuat robot bergerak dan menendang bola.
Environment pada robot itu tempat sepeti lapangan.
Actuator pada robot itu kepala, tangan dan kaki robot.
Sensor pada robot tersebut dengan menggunakan kakin robot dan kamera.

Divideo ada bagian Actuator didefinisikan sebagai suatu device yang dapat mengubah energi (dlm robotik energi listrik) menjadi gerak fisik. Untuk lebih mudah dipahami kita ambil satu contoh aktuator yang sering digunakan yaitu DC motor.

Ini adalah video dari robot nimboRo-OP





Sumber :
 jagatreview.com/2012/12/nimbro-op-robot-yang-bisa-bermain-sepak-bola
http://belajarbikinrobot.weebly.com/5-mengenal-actuator.html

Mata Kuliah : Pengantar Teknologi Sistem Cerdas

Selasa, 01 November 2016

PERUBAHAN DAN PERKEMBANGAN ORGANISASI (Tugas soft skil ke-4)

Perubahan & Perkembangan Organisasi
1.      Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan organisasi
Secara garis besar faktor penyebab terjadinya perubahan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu:
-          Faktor ekstern,
-          Faktor intern.
o   Faktor Ekstern
Penyebab perubahan yang berasal dari luar, atau sering disebut lingkungan. Organisasi bersifat responsive terhadap perubahan yang terjadi di lingkungannya. Oleh karena itu, jarang sekali suatu organisasi melakukan perubahan besar tanpa adanya dorongan yang kuat dari lingkungannya. Artinya, perubahan yang besar itu terjadi karena lingkungan menuntut seperti itu. Beberapa penyebab perubahan organisasi yang termasuk faktor ekstern adalah perkembangan teknologi, faktor ekonomi dan peraturan pemerintah.
Perkembangan dan kemajuan teknologi juga merupakan penyebab penting dilakukannya perubahan. Penggantian perlengkapan lama dengan perlengkapan baru yang lebih modern menyebabkan perubahan dalam berbagai hal, misalnya: prosedur kerja, kualitas dan kuantitas tenaga kerja, jenis bahan baku, jenis output yang dihasilkan, system penggajian yang diberlakukan yang memungkinkan jumlah bagian-bagian yang ada dikurangi atau hubungan pola kerja diubah karena adanya perlengkapan baru.
o   Faktor Intern
Penyebab perubahan yang berasal dari dalam organisasi yang bersangkutan, yang dapat berasal dari berbagai sumber antara lain:
- Problem hubungan antar anggota,
- Problem dalam proses kerja sama,
- Problem keuangan.
Hubungan antar anggota yang kurang harmonis merupakan salah satu problem yang lazim terjadi. Dibedakan menjadi dua, yaitu: problem yang menyangkut hubungan atasan bawahan (hubungan yang bersifat vertikal), dan problem yang menyangkut hubungan sesama anggota yang kedudukannya setingkat (hubungan yang bersifat horizontal).
Problem yang sering timbul berkaitan dengan hubungan sesame anggota organisasi pada umumnya menyangkut masalah komunikasi dan kepentingan masing-masing anggota.
Proses kerja sama yang berlangsung dalam organisasi juga kadang-kadang merupakan penyebab dilakukannya perubahan. Problem yang timbul dapat menyangkut masalah system kerjasamanya dan dapat pula menyangkut perlengkapan atau peralatan yang digunakan. Sistem kerja sama yang terlalu birokratis atau sebaliknya dapat menyebabkan suatu organisasi menjadi tidak efisien. System birokrasi (kaku) menyebabkan hubungan antar anggota menjadi impersonal yang mengakibatkan rendahnya semangat kerja dan pada gilirannya produktivitas menurun, demikian sebaliknya. Perubahan yang harus dilakukan akan menyangkut struktur organisasi yang digunakan.
2.      Menyelesai ciri-ciri pengembangan organisasi
Pengembangan organisasi yang efektif memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.      Merupakan strategi terencana dalam mewujudkan perubahan organisasional, yang memiliki sasaran jelas berdasarkan diagnosa yang tepat dan akurat tentang permasalahan yang dihadapi oleh suatu organisasi.
2.      Merupakan kolaborasi antara berbagai pihak yang akan terkena dampak perubahan yang akan terjadi terhadap suatu organisasi.
3.      Menekankan cara-cara baru yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja seluruh organisasi dan semua satuan kerja dalam organisasi.
4.      Mengandung nilai humanistik dimana pengembangan potensi manusia menjadi bagian terpenting.
5.      Menggunakan pendekatan komitmen sehingga selalu memperhitungkan pentingnya interaksi, interaksi dan interdependensi antara organisasi sau dengan organisasi yang lainnya
6.      Berbagai satuan kerja sebagai bagian integral di suasana yang utuh.
7.      Menggunakan pendekatan ilmiah dalam upaya meningkatkan efektivitas organisasi.
Apabila selama ini kita hanya mengenal pembelajaran pada tingkat individu dan kelompok, maka perkembangan manajemen telah mengenal pembelajaran organisasi (learning organization), yang secara sederhana dapat diartikan sebagai :
Organisasi yang secara terus menerus melakukan perubahan diri agar dapat mengelola pengetahuan lebih baik lagi, memanfaatkan tekhnologi, memberdayakan sumber daya, dan memperluas area belajarnya agar mampu bertahan di lingkungan yang selalu berubah.
3.       Menjelaskan metode pengembangan organsisasi
METODE PENGEMBANGAN PERILAKU 
1.      PROGRAM GERADI MANAJEMEN
Program yang mengkombinasikan pelatihan kepemimpinan dan   latihan pengembangan kelompok.
2.      PEMBINAAN TIM
Suatu tehnik manajemen yg mencakupkan sejumlah metode spesifik   untuk membentuk kerja tim yang efektif, baik didalam maupun di   antara kelompok kerja.
3.      PERENCANAAN KEHIDUPAN
Suatu metode pengembangan yg mendorong dan memungkinkan   orang orang memainkan peran aktif dalam memadukan karier dan   aktivitas kehidupan mereka kearah hasil yang memuaskan
4.       PELATIHAN KEPEKAAN
Metode yang diterapkan secara luas untuk membantu orang orang   mempelajari cara peningkatan ketrampilan antar pribadi mereka.

METODE PENGEMBANGAN STRUKTUR
1.      Manajemen berdasarkan Sasaran / Manajemen By Objective (MBO)
Membantu menyediakan wewenang lebih besar bagi setiap orang untuk menentukan tujuan pekerjaan mereka
2.       SISTEM 4
Merupakan pendekatan yang diterapkan secara luas untuk mengembangkan karakteristik desain organik dalam suatu   organisasi
3.       TEKNOLOGI DESAIN MAPS(multivariate analysis)
Metode mendesain organisasi berdasarkan hubungan yang dipandang perlu untuk melaksankan tugas individu.
SUMBER : ariefahnuraisyah.blogspot dan yuniyuneo.blogspot

Senin, 17 Oktober 2016

Pengenalan Intelligent Agent

NAMA : Syarifa Isninawati
KELAS : 3KA35
NPM : 1A114607
MATERI :  PENGENALAN INTELLIGENT AGENT

NAMA  : Ariefah Nur Aisyah
KELAS : 3KA35
NPM :
MATERI :

NAMA : Annisa Imania Putri
KELAS : 3KA35
NPM :
MATERI :     

1. Agen dan Lingkungannya

 Agen Intelligent sering digambarkan secara skematis sebagai sistem fungsional abstrak mirip dengan program komputer. Untuk alasan ini, agen cerdas kadang-kadang disebut agen cerdas abstrak s (AIA) Untuk membedakan mereka dari dunia nyata implementasinya sebagai sistem komputer, sistem biologis, atau organisasi. Beberapa definisi dari agen cerdas mereka menekankan otonomi , sehingga lebih memilih cerdas agen otonom jangka s. Yang lain (terutama Russell & Norvig (2003) ) perilaku goal-directed dianggap sebagai inti dari kecerdasan dan sebagainya lebih suka istilah yang dipinjam dari ekonomi , ” agen rasional “.

Agen Cerdas dalam kecerdasan buatan berhubungan erat dengan agen di ekonomi , dan versi dari paradigma agen cerdas yang dipelajari dalam ilmu kognitif , etika , filsafat alasan praktis , serta di banyak interdisiplinersosio-kognitif pemodelan dan sosial simulasi komputer.


Intelligent agen juga berhubungan erat dengan agen perangkat lunak (program perangkat lunak otonom yang melaksanakan tugas atas nama pengguna). Dalam ilmu komputer , agen cerdas istilah dapat digunakan untuk merujuk kepada agen perangkat lunak yang memiliki kecerdasan tertentu, terlepas jika tidak agen rasional oleh dan Norvig Definisi Russell. Sebagai contoh, program otonom digunakan untuk bantuan operator atau data mining (kadang-kadang disebut sebagai bot).








Lingkungan Tugas Agen, merupakan definisi dari pemasalahan yang akan diselesaikan oleh agen.antara lain :

1. Performance Measure

karakteristik apa yang menjadi tujuan dari agen ?

contoh : motor - tiba ditujuan dengan cepat dan hemat bahan bakar

2. Environment

bagaimana karakterisitik lingkungan yang akan dihadapi ?

contoh : motor - tipe jalan, tingkat kemacetan

3. Actuators

perangkat apa yang dibutuhkan agen untuk mencapai tujuan ?

contoh : motor - steering, klakson dll

4. Sensors

perangkat apa yang dibutuhkan agen untuk mengetahui kondisi lingkungan ?

contoh : motor – speedometer


    2. RASIONALITAS


Rational Agent merupakan suatu agent yang selalu bertindak memaksimalkan ukuran kinerja, mengingat apa yang ia amati tentang lingkungan dan pengetahuan lain yang dimilikinya. Mengevaluasi kinerja sangat penting. Kita harus berhati-hati untuk membedakan antara rasionalitas dan omniscience (kemahatahuan). Rasionalitas bahwa agen tahu hasil dari sebuah tindakan yang dilakukan secara rasional. Sedangkan omniscience adalah sebuah kemustahilan dari kenyataan yang sebenarnya telah terjadi. Faktor yang mempengaruhi rasionalitas :

-          Pengukuran kinarja (Performance Measure)

-          Percept Sequence (persepsi urutan)

-          Knowledge from Environment

-          Possible Actions


    3. PEAS (Performance measure, Environment, Actuators, Sensors)


Ketika merancang sebuah agent, harus mendefinisikan lingkungan masalah (task environment), yakni:

• Performance measure : apa saja komponen pengukur keberhasilan si agent?

• Environment : kondisi apa saja yang ada disekitar si agent? • Actuators : apa saja yang bisa dilakukan si agent?

• Sensors : apa saja yang menjadi input si agent?


1. Contoh: Taksi Otomatis

• Sebuah agent taksi otomatis yang menerima penumpang dan mengantarkannya ke tujuan :

• Performance measure: sampai tujuan, tidak melanggar aturan lalu lintas, perjalanan nyaman,
   hemat bensin

• Environment: jalan, lalu lintas, pejalan kaki, pelanggan

• Actuators: arah stir, gas, rem, klakson, sinyal kiri atau kanan

• Sensors: video, speedometer, GPS, keyboard 


2. Contoh: Medical diagnosis system

• Sebuah agent Medical diagnosis system yang mendiagnosa pasien secara otomatis:

• Performance measure: pasien sembuh, biya murah, tidak menyalahi hukum

• Environment: pasien, rumah sakit, suster, dokter

• Actuators: layar monitor (pertanyaan, tes, diagnosa, treatment, petunjuk)

• Sensors: keyboard (masukan gejala penyakit, jawaban pasien)


3.  Contoh: Robot pabrik penjamin mutu

• Sebuah robot yang melakukan pemisahan komponen yang bermutu tinggi pada ban berjalan ke dalam kotak berbeda

• Performance measure: prosentase jumlah komponen yg diletakkan pada kotak yang benar • Environment: ban berjalan, komponen yang diuji, kotak

• Actuators: gerak lengan dan tangan robot

• Sensors: kamera, sensor fisik


4. Contoh: Interactive English tutor

• Sebuah agent tutor yang memberikan latihan english secara interaktif

• Performance measure: nilai skor maksimal

• Environment: para siswa

• Actuators: layar monitor (latihan, saran koreksi)

• Sensors: keyboard


    4. Tipe-tipe Agen

v  Autonomy: Agent dapat melakukan tugas secara mandiri dan tidak dipengaruhi secara langsung oleh user, agent lain ataupun oleh lingkungan (environment). Untuk mencapai tujuan dalam melakukan tugasnya secara mandiri, agent harus memiliki kemampuan kontrol terhadap setiap aksi yang mereka perbuat, baik aksi keluar maupun kedalam [Woolridge et. al.,1995].

v  Intelligence, Reasoning, dan Learning: Setiap agent harus mempunyai standar minimum untuk bisa disebut agent, yaitu intelegensi (intelligence). Dalam konsep intelligence, ada tiga komponen yang harus dimiliki: internal knowledge base, kemampuan reasoning berdasar pada knowledge base yang dimiliki, dan kemampuan learning untuk beradaptasi dalam perubahan lingkungan.

v  Mobility dan Stationary: Khusus untuk mobile agent, dia harus memiliki kemampuan yang merupakan karakteristik tertinggi yang dia miliki yaitu mobilitas. Berkebalikan dari hal tersebut adalah stationary agent. Bagaimanapun juga keduanya tetap harus memiliki kemampuan untuk mengirim pesan dan berkomunikasi dengan agent lain.

v  Delegation: Sesuai dengan namanya dan seperti yang sudah kita bahas pada bagian definisi, agent bergerak dalam kerangka menjalankan tugas yang diperintahkan oleh user. Fenomena pendelegasian (delegation) ini adalah karakteristik utama suatu program disebut agent.

v  Reactivity: Karakteristik agent yang lain adalah kemampuan untuk bisa cepat beradaptasi dengan adanya perubahan informasi yang ada dalam suatu lingkungan (enviornment). Lingkungan itu bisa mencakup: agent lain, user, adanya informasi dari luar, dsb [Brenner et. al., 1998].

v  Proactivity dan Goal-Oriented: Sifat proactivity boleh dikata adalah kelanjutan dari sifat reactivity. Agent tidak hanya dituntut bisa beradaptasi terhadap perubahan lingkungan, tetapi juga harus mengambil inisiatif langkah penyelesaian apa yang harus diambil [Brenner et. al., 1998]. Untuk itu agent harus didesain memiliki tujuan (goal) yang jelas, dan selalu berorientasi kepada tujuan yang diembannya (goal-oriented).

v  Communication and Coordination Capability: Agent harus memiliki kemampuan berkomunikasi dengan user dan juga agent lain. Masalah komunikasi dengan user adalah masuk ke masalah user interface dan perangkatnya,sedangkan masalah komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dengan agent lain adalah masalah sentral penelitian Multi Agent System (MAS). Bagaimanapun juga untuk bisa berkoordinasi dengan agent lain dalam menjalankan tugas,perlu bahasa standard untuk berkomunikasi. Tim Finin [Finin et al., 1993] [Finin et al., 1994] [Finin et al., 1995] [Finin et al., 1997]dan Yannis Labrou [Labrou et al., 1994] [Labrou et al., 1997] adalah peneliti software agent yang banyak berkecimpung dalam riset mengenai bahasa dan protokol komunikasi antar agent. Salah satu


    5. TIPE-TIPE LINGKUNGAN AGEN


v  Fully observable (vs. Partially observable): sensor-sensor sebuah agen memberinya akses ke keadaan lengkap lingkungannya pada setiap jangka waktu.

v  Deterministic (vs. Stochastic): keadaan lingkungan berikutnya sepenuhnya ditentukan oleh keadaan sekarang dan tindakan yang dilaksanakan oleh agen. (Jika lingkungan itu deterministik kecuali untuk tindakan agen-agen lain, maka lingkugannya adalah strategic)

v  Episodic (vs. Sequential): pengalaman agen dibagi ke dalam “episode-episode” atomik (setiapepisode terdiri dari si agen) memahami (perceiving) dan kemudian melaksanakan satu tindakan, dan pilihan tindakan dalam tiap episode hanya tergantung pada episode itu sendiri.

v  Static (vs. Dynamic): lingkungan tidak berubah selagi agen direncanakan (deliberating). (Lingkungan adalah semidynamic jika lingkungan itu sendiri tidak berubah dengan berjalannya waktu tetapi skor performa agen berubah)

v  Discrete (vs. Continuous): sejumlah terbatas persepsi dan tindakan yang khas dan terdefinisi baik.

v  Single agent (vs. Multiagent): sebuah agen yang mengoperasikan dirinya sendiri dalam sebuah lingkungan

v  Jenis lingkungan sangat menentukan rancangan agen

v  Dunia nyata (tentu saja) partially observable, stochastic, sequentil, dynamic, continuous, multi-agent.



    Referensi :

http://share.its.ac.id/pluginfile.php/1358/mod_resource/content/1/2._Agent_Cerdas.pdf
 

http://beintelligenttt.blogspot.co.id/2015/04/kecerdasan-buatan-intelligent-agents.html

https://yanneevelynip.wordpress.com/2013/10/20/intelligent-agent-kecerdasan-buatan/

http://yogipratama97.blogspot.co.id/2016/10/pengenalan-intelligent-agents.html

http://sarahamanda12.blogspot.co.id/2016/10/pengenalan-intelligent-agents.htmlk





Mata Kuliah : Pengantar Teknoligi Sistem Cerdas